781 Pelajar Telah Ikuti Pelatihan Paham AI, Polres Sukoharjo Sasar 38 SMA/SMK

by -70 Views
banner 468x60

 

SUKOHARJO – Sebanyak 781 pelajar di Kabupaten Sukoharjo telah mengikuti pelatihan pemahaman artificial intelligence (AI) yang digelar Polres Sukoharjo bekerja sama dengan Senopati Academy. Program bertajuk Paham AI tersebut masih berlangsung dan menargetkan pelajar dari 38 SMA/SMK sederajat.

banner 336x280

Pelatihan dilaksanakan sebagai upaya memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai pemanfaatan teknologi artificial intelligence secara positif, produktif, aman, dan bertanggung jawab. Selain mengenalkan manfaat AI, para peserta juga mendapatkan pemahaman tentang pentingnya berpikir kritis, melakukan verifikasi informasi, menjaga data pribadi, serta memahami etika dalam penggunaan teknologi.

Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo mengatakan, program Paham AI berlangsung mulai 10 Agustus hingga 24 September 2026. Kegiatan dilaksanakan setiap Senin sampai Kamis dengan sasaran sekolah-sekolah SMA/SMK sederajat di wilayah Kabupaten Sukoharjo.

“Pelatihan Paham AI ini kami laksanakan sejak 10 Agustus sampai 24 September 2026, setiap hari Senin sampai Kamis. Sampai saat ini sudah ada 18 SMA/SMK sederajat yang menerima materi dari para trainer yang telah kami persiapkan,” kata Anggaito, Senin (7/9/2026).

Dalam pelaksanaan program tersebut, Polres Sukoharjo menyiapkan 30 trainer yang berasal dari gabungan personel perwira dan bintara. Para trainer bertugas memberikan materi kepada pelajar mengenai penggunaan dan pemanfaatan teknologi AI.

Dari rangkaian kegiatan yang telah berjalan, tercatat 781 pelajar sudah mendapatkan pelatihan. Polres Sukoharjo menargetkan sekitar 820 pelajar dapat mengikuti program tersebut hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir.

“Target kami sampai selesai sekitar 820 pelajar. Kalau nanti jumlahnya lebih dari target, tentu lebih bagus,” ujarnya.

Menurut Anggaito, perkembangan teknologi AI memberikan berbagai kemudahan, termasuk bagi pelajar dalam mendapatkan informasi dan membantu proses pembelajaran. Namun, kemudahan tersebut tidak berarti seluruh informasi yang dihasilkan teknologi AI dapat diterima tanpa pemeriksaan.

Karena itu, kemampuan untuk berpikir kritis dan melakukan verifikasi terhadap informasi menjadi bagian penting dalam penggunaan teknologi tersebut. Pelajar juga diingatkan mengenai pentingnya menjaga privasi digital agar pemanfaatan teknologi dapat dilakukan secara aman.

“Kami berharap para pelajar atau generasi muda ini bisa bersikap kritis dalam mengolah informasi yang dihasilkan AI. Kemudahan akses teknologi tidak boleh menghilangkan peran verifikasi data dan kesadaran untuk menjaga privasi digital,” jelasnya.

Ia menegaskan, penggunaan AI tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengoperasikan teknologi. Pemahaman mengenai batasan dan etika juga menjadi hal yang ditekankan kepada para pelajar selama mengikuti pelatihan.

Anggaito menyebut AI merupakan alat bantu sehingga peran manusia dalam berpikir kritis tetap tidak dapat diabaikan. Kemampuan melakukan pengecekan informasi, menjaga data pribadi, serta memahami etika penggunaan teknologi harus tetap menjadi perhatian.

“Yang lebih penting adalah membangun kesadaran bahwa AI adalah alat bantu. Pelajar tetap harus berpikir kritis, melakukan verifikasi terhadap informasi, menjaga data pribadi, serta memahami batasan dan etika dalam penggunaannya,” pungkasnya.

Melalui pelatihan Paham AI yang digelar bersama Senopati Academy, Polres Sukoharjo berharap pemahaman teknologi di kalangan pelajar tidak berhenti pada kemampuan menggunakan artificial intelligence, tetapi juga disertai sikap kritis, kesadaran terhadap keamanan digital, dan tanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.